TechnoUpdate News

40 Persen Anak Indonesia Habiskan 3–6 Jam Scrolling HP, Ini Dampak Baik dan Buruknya

Hampir 40 persen anak Indonesia menghabiskan 3–6 jam per hari berselancar di ponsel setelah sekolah, yang membawa sejumlah dampak positif sekaligus risiko kesehatan dan sosial jika tidak diatur dengan baik

Penggunaan ponsel pintar di kalangan anak Indonesia terus meningkat. Data terbaru menunjukkan sekitar 40 persen anak Indonesia menghabiskan waktu 3–6 jam per hari untuk scrolling ponsel, terutama setelah pulang sekolah hingga malam hari. Fenomena ini menjadi perhatian karena membawa dampak ganda, baik positif maupun negatif, bagi tumbuh kembang anak.

Waktu penggunaan gawai yang panjang umumnya terjadi pada rentang sore hingga malam, ketika anak sudah menyelesaikan aktivitas sekolah dan berada di rumah. Ponsel kemudian menjadi sarana utama hiburan, komunikasi, sekaligus sumber informasi. Kondisi ini mencerminkan perubahan pola aktivitas anak yang semakin lekat dengan dunia digital.

Di satu sisi, penggunaan ponsel memberi manfaat jika dimanfaatkan secara tepat. Anak dapat mengakses berbagai konten edukatif, mulai dari video pembelajaran, pengetahuan umum, hingga materi pendukung sekolah. Paparan teknologi sejak dini juga membantu anak mengembangkan keterampilan digital yang kini semakin dibutuhkan, seperti kreativitas membuat konten, kemampuan mengolah informasi, hingga literasi teknologi.

Namun di sisi lain, durasi scrolling yang terlalu lama juga menyimpan risiko. Paparan layar berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental anak, seperti meningkatnya rasa cemas, mudah marah, hingga perubahan suasana hati. Anak juga berpotensi mengalami gangguan tidur akibat kebiasaan menggunakan ponsel hingga larut malam, karena cahaya layar dapat menghambat produksi hormon tidur alami tubuh.

Dari sisi fisik, terlalu lama menatap layar berisiko menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, dan berkurangnya aktivitas fisik. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat mendorong gaya hidup sedentari yang berdampak pada kesehatan jangka panjang. Selain itu, interaksi sosial langsung anak juga bisa berkurang ketika waktu bersama keluarga atau teman sebaya tergantikan oleh layar ponsel.

Read More  CUAP Bareng Prudential, Program Afiliasi Digital untuk Tambah Penghasilan

Para ahli menekankan bahwa kunci utama bukan melarang penggunaan ponsel sepenuhnya, melainkan mengelolanya secara bijak. Pendampingan orang tua, pengaturan waktu layar, serta pemilihan konten yang sesuai usia menjadi langkah penting agar anak tetap mendapatkan manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan dan perkembangan sosialnya.

Di tengah pesatnya digitalisasi, penggunaan ponsel pada anak menjadi keniscayaan. Tantangannya adalah menciptakan keseimbangan, agar teknologi menjadi alat pendukung tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya.

Back to top button